SEJARAH

Pelihat 360 16 Juli 2026

    Dahulu kala Gunungkuning merupakan wilayah yag terletak antara perbatasan sebelah timur Utara Kerajaan Galuh, Barat kerajaan Sindang Kasih dan Selatan Talaga Manggung dan berbatasan langsung dengan Gunung Ciremai yang merupakan pusat Kekauatan Mistik wilayah pulau Jawa bagian tengah. Pada masa kesultnan Cirebon yang pertama Sunan Gunung Jati, rencana penyebaran Islam adalah ke Talaga Manggung, dengan keberangkatan pasukan Cirebon akan melaluirute: Ciwaringin-Palasah-Salagedang-Gunungkuning-Pasirayu-Maja, Sehingga diutus dua (2) orang kepercayaan untuk membuka jalan dan sosialisasi terhadap masyarakat yang dilalui yaitu: Pangeran Haji Srogjaya asal (Mataram) dan Raden Mas Lumpi Mangun Jaya asal (Banten). Namun demikian, pertandingan politik saat itu dan bantuan dari Mataram dating melalui jalur Luragung Kuningan, maka rencana perjalanan keTalaga Manggung dirubah melalui jalur Luragung Kuningan.Yang dua (2) orang utusan itu akhirnya menetap di Gunungkuning sampai akhir wafatnya. Asalmulanya nama Gunungkuning konon berasal dari nama Bukit yang banyak ditumbuhi pohon Kunir (bahasa sunda Koneng) ada pula yang menyebutkan karena sering munculnya warna kuning di sebuah bukit akibat pamor sebuah Pusaka yang disebut (WesiKuning), juga ada yang menceritakan Sinar Emas dari sebuah keraton di bukit Situ Cipanten yang namanya Istana Kafiyatul Hasanah.

Sejak berdiri Desa Gunungkuning telah dipimpin oleh delapan (8) Kuwu/ Kepala Desa, diantaranya:

  1. Bapak Aneng
  2. Bapak Narsa
  3. Bapak Saleh
  4. Bapak Jatim
  5. Bapak H. Marwat Gozali
  6. Bapak Oning Sujai
  7. Bapak Ateng Sodikin (dari tahun 1990-1998)
  8. Bapak Sudarja (dari tanggal 24 Desember 1998-2008)
  9. Bapak Lili Suhaeli (dari tanggal 24 Desember 2008-2017)
  10. Bapak Dedi Juhaedi, S.IP. ( dari Januari - juni 2017 )
  11. Bapak H. Yahya Iskandar (dari tanggal 03 Juli 2017-2021)
  12. Bapak Rudi Yudistira Gozali S.Pd (dari tanggal 12 juli 2021-2029)