Berita
Tradisi Santunan Anak Yatim 10 Muharram, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan Masyarakat Desa Gunungkuning
Gunungkuning – Memperingati 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura, masyarakat Desa Gunungkuning kembali melaksanakan tradisi tahunan berupa Santunan Anak Yatim. Kegiatan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini menjadi salah satu adat dan tradisi yang terus dilestarikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Tradisi Santunan Anak Yatim dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dengan melibatkan Pemerintah Desa Gunungkuning, tokoh agama, tokoh masyarakat, para dermawan, serta seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, anak-anak yatim di Desa Gunungkuning menerima santunan berupa uang tunai yang langsung diserahkan oleh masyarakat di Mesjid Jami An-Nuur Desa Gunungkuning.
Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan biasanya diawali dengan sambutan Kepala Desa, doa bersama, tausiyah keagamaan, serta pemberian motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
Kepala Desa Gunungkuning menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan, gotong royong, kepedulian, dan kasih sayang terhadap sesama. Semangat berbagi yang diwariskan oleh para leluhur diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter masyarakat Desa Gunungkuning.
"Momentum 10 Muharram mengajarkan kita untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. Melalui tradisi ini, kita berharap mereka dapat merasakan kebahagiaan dan perhatian dari seluruh masyarakat. Semoga kegiatan ini terus lestari dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua," ujar Kepala Desa Gunungkuning.
Masyarakat Desa Gunungkuning menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Kebersamaan yang terjalin setiap tahunnya menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan solidaritas sosial masih terpelihara dengan baik di tengah kehidupan masyarakat desa.
Pemerintah Desa Gunungkuning mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Santunan Anak Yatim sebagai salah satu kekayaan adat desa yang memiliki nilai luhur. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan tradisi ini dapat terus berlangsung dari generasi ke generasi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat Desa Gunungkuning.