Berita
Tradisi Rebo Wekasan Bulan Safar: Warga Desa Gunungkuning Lestarikan Pembuatan Apem (Cara)
Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka – Tradisi Rebo Wekasan yang dilaksanakan pada bulan Safar kembali menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Gunungkuning. Salah satu kegiatan yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah pembuatan apem atau cara, makanan tradisional yang identik dengan pelaksanaan tradisi tersebut.
Pembuatan apem (cara) dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat sebagai bentuk menjaga warisan budaya leluhur. Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk membuat makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, gotong royong, dan kebersamaan antarwarga.
Dalam proses pembuatannya, masyarakat menyiapkan bahan-bahan sederhana yang kemudian diolah secara bersama-sama. Adonan apem/cara dimasak menggunakan cetakan khusus hingga matang dan menghasilkan makanan dengan cita rasa khas yang telah dikenal secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Desa Gunungkuning, tradisi Rebo Wekasan memiliki nilai budaya dan sosial yang cukup kuat. Pelaksanaannya menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta memanjatkan doa memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan kepada Allah SWT.
Pembuatan apem juga menjadi salah satu bentuk pelestarian kuliner tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda. Anak-anak dan generasi muda diharapkan dapat mengetahui proses serta makna yang terkandung dalam tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
Selain mempertahankan kearifan lokal, kegiatan ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Gunungkuning. Tradisi yang dilakukan secara turun-temurun tersebut menjadi bagian dari identitas budaya desa yang patut dijaga dan dilestarikan.
Pemerintah Desa Gunungkuning turut mendukung upaya masyarakat dalam mempertahankan berbagai tradisi dan kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya desa. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan tradisi Rebo Wekasan dan pembuatan apem (cara) dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melestarikan tradisi berarti menjaga jati diri budaya masyarakat. Dari apem yang sederhana, tumbuh kebersamaan, silaturahmi, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat Desa Gunungkuning.